Protokol
Komunikasi Komputer Terapan Jaringan merupakan salah satu
modul dari materi komputer terapan jaringan pada pelajaran teknik komputer jaringan
smk.
Pengertian
Protokol
Protokol
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau
mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua
atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras,
perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah,
protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Fungsi
Protokol Jaringan
Secara
umum fungsi protokol adalah menghubungkan pengirim dan penerima dalam
berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik
dan akurat. Tidak semua protokol memiliki fungsi atau fitur yang
sama, tetapi ada juga beberapa protokol yang memiliki fungsi sama meski berada
pada tingkat berbeda. Beberapa protokol bergabung dengan protokol lainnya untuk
membangun sistem komunikasi yang utuh.
1. RS-232
Protokol
RS232 merupakan protokol
serial yang digunakan untuk berkomunikasi antara perangkat atau instrumen
dengan komputer melalui Port COMM. Untuk melakukan
komunikasi melalui protokol ini, diperlukan sebuah serial driver. Ketika
menggunakan driver ini, ada beberapa informasi dari perangkat yang harus
diketahui oleh driver. Informasi itu adalah Nomor Port Comm, Baud Rate, parity,
data bits, dan stop bits.
Baud Rate merupakan laju
pengiriman data antara perangkat dengan komputer. 1 baud merupakan 1 buah
karakter yang dikirim. Besaran baud rate ini ada beberapa: !!0, 1200 2400, 9600
19200, 38400, 57600, 115200. Satuan bau rate adalah bps, yang berarti baud per
second. Sebagai contoh, jika baud rate yang digunakan adalah 9600 bps, berarti
data yang dikirim memiliki laju 9600 karakter per detik.
Data
bits merupakan jumlah bit yang dikirim per 1 baud. Jumlah
data bits ini hanya dapat dipilih antara 7 atau 8 bits. Pada umumnya,
perangkat/instrumen menggunakan 8 bits data.
Parity merupakan metode
sederhana untuk mengetahui ada tidaknya kesalahan pengiriman data, yaitu dengan
menghitung jumlah data “1” yang dikirim oleh perangkat ataupun komputer.
Start dan Stop Bits, Komunikasi menggunakan
protokol RS232 merupakan komunikasi asinkron, dimana mana masing-masing
komputer dan perangkat harus mengetahui kapan data mulai dikirim, dan kapan
data selesai dikirim.
RS232 adalah
standard komunikasi serial yang digunakan untuk koneksi periperal ke periperal.
Biasa juga disebut dengan jalur I/O ( input / output ). Contoh yang paling
sering kita temui adalah koneksi antara komputer dengan modem, atau komputer
dengan mouse bahkan bisa juga antara komputer dengan komputer, semua biasanya
dihubungkan lewat jalur port serial RS232.
Standar
ini menggunakan beberapa piranti dalam implementasinya. Paling umum yang
dipakai adalah plug / konektor DB9 atau DB25. Untuk RS232 dengan konektor DB9,
biasanya dipakai untuk mouse, modem, kasir register dan lain sebagainya, sedang
yang konektor DB25, biasanya dipakai untuk joystik game.
Standar RS232 ditetapkan oleh Electronic Industry Association and
Telecomunication Industry Association pada tahun 1962. Nama lengkapnya adalah
EIA/TIA-232 Interface Between Data Terminal Equipment and Data
Circuit-Terminating Equipment Employing Serial Binary Data Interchange.
Fungsi
RS232 adalah untuk menghubungkan / koneksi dari perangkat yang satu
dengan perangkat yang lain, atau peralatan standart yang menyangkut komunikasi
data antara komputer dengan alat-alat pelengkap komputer. Perangkat
lainnya itu seperti modem, mouse, cash register dan lain sebagainya. Serial
port RS232 pada konektor DB9 memiliki pin 9 buah dan pada konektor DB25
memiliki pin 25 buah. Fungsi dari masing-masing piin antara
lain
2. RS-485
RS485 / EIA (Electronic
Industries Association) RS485 adalah jaringan
balanced line dan dengan sistem pengiriman data secara half-duplex. RS485
bisa digunakan sebagai jaringan transfer data dengan jarak maksimal 1,2 km.
Sistem transmisi saluran ganda yang dipakai oleh RS485 ini juga memungkinkan
untuk digunakan sebagai saluran komunikasi multi-drop dan multipoint ( party
line ). Saluran komunikasi multipoint ini dapat dihubungkan sampai dengan 32
driver / generator dan 32 receiver pada single ( two wires ) bus. Dengan
perkenalan terhadap repeater "otomatis" dan driver / receiver high –
impedance, keterbatasan ini dapat diperluas sampai ratusan (bahkan
ribuan) titik pada jaringan.
3. USB
USB merupakan port
masukan/keluaran baru yang dibuat untuk mengatai kekurangan- kekurangan port
serial maupun paralel yang sudah ada.
USB adalah host-centric bus di mana host/terminal induk memulai semua
transaksi. Paket pertama/penanda (token) awal dihasilkan oleh host untuk
menjelaskan apakah paket yang mengikutinya akan dibaca atau ditulis dan apa
tujuan dari perangkat dan titik akhir. Paket berikutnya adalah data paket yang
diikuti oleh handshaking packet yang melaporkan apakah data atau penanda sudah
diterima dengan baik atau pun titik akhir gagal menerima data dengan baik.
Setiap proses transaksi pada USB terdiri atas:
§
Paket token/sinyal penanda (Header
yang menjelaskan data yang mengikutinya)
§
Pilihan paket data (termasuk
tingkat muatan)
§
Status paket (untuk
acknowledge / pemberitahuan hasil transaksi dan untuk koreksi kesalahan)
Perancangan peralatan yang menggunakan USB
Untuk membuat suatu peralatan yang dapat berkomunikasi dengan protokol USB
tidak perlu harus mengetahui secara rinci protokol USB. Bahkan kadang tidak
perlu pengetahuan tentang USB protokol sama sekali. Pengetahuan tentang USB
protokol hanya diperlukan untuk mengetahui spesifikasi yang dibutuhkan untuk
alat kita. Pada kenyataannya untuk mengimplemetasikan USB protokol di FPGA
ataupun perangkat bantu lain sangat tidak efisien dan banyak waktu terbuang
untuk merancangnya. Menggunakan kontroler USB sangat lebih dianjurkan dalam
membuat alat yang dapat berkomunikasi melalui protokol ini. Kontroler USB mempunyai
banyak macam bentuk, dari microcontroller berbasis 8051 yang mempunyai input
output USB secara langsung sampai pengubah protocol dari serial seperti I2C bus
ke USB.
USB controller biasanya dijual dengan disertai berbagai fasilitas yang
mempermudah pengembangan alat, diantaranya manual yang lengkap, driver untuk
windows XP, contoh code aplikasi untuk mengakses USB, contoh code untuk USB
controller, dan skema rangkaian elektronikanya.
Dalam sisi pengembangan software aplikasi dalam personal computer, komunikasi
antar hardware di dalam perangkat keras USB tidak terlalu diperhatikan karena
Windows ataupun sistem operasi lain yang akan mengurusnya. Pengembang perangkat
lunak hanya memberikan data yang akan dikirim ke alat USB di buffer penyimpan
dan membaca data dari alat USB dari buffer pembaca. Untuk driver pun
kadang-kadang Windows sudah menyediakannya, kecuali untuk peralatan yang
mempunyai spesifikasi khusus kita harus membuatnya sendiri.
4. Ethernet
Ethernet adalah protokol
LAN yang memungkinkan setiap PC berlomba untuk mengakses network. Sekarang
ia menjadi protokol LAN yang paling populer karena relatif murah dan mudah
diinstal serta ditangani. Ethernet dibuat oleh Xerox pada 1976, Ethernet
disetujui sebagai salah satu standar industri protokol LAN pada 1983.Sebuah network yang menggunakan Ethernet sebagai protokol sering
disebut Ethernet network.
Fungsi Ethernet yaitu untuk
mengkoneksikan komputer anda kedalam jaringan melalui media kabel UTP.
Ethernet dirancang berdasarkan topologi bus, tetapi ia bisa dikoneksikan secara
star dengan memakai hub. Jika dua komputer dalam Ethernet network mengirim data
bersamaan, sebuah tabrakan (collision) akan terjadi, dan
komputer yang bersangkutan harus mengulang pengiriman datanya dari awal lagi.
Untuk menghindari ini, jaringan Ethernet menggunakan Carrier Sense.
Ethernet adalah teknologi jaringan yang terkenal dan banyak digunakan dengan
menggunakan topologi BUS. Ethernet ditemukan oleh Xerox Corporation di Palo
Alto Research Center di awal tahun 1970. Digital Equipment Corporation, Intel
Corporation, dan Xerox kemudian bekerja sama untuk merancang standar produksi
yang secara informal disebut DIX Ethernet untuk inisial dari tiga perusahaan.
IEEE sekarang mengontrol standar Ethernet.
Dalam versi aslinya, Ethernet LAN terdiri dari kabel koaksial tunggal yang
disebut eter, untuk beberapa komputer yang terhubung. Para pakar menggunakan
segmen istilah untuk merujuk ke kabel koaksial Ethernet. Sebuah segmen Ethernet
diberikan terbatas sampai 500 meter panjangnya, dan standar membutuhkan jarak
minimal 3 meter antara setiap pasangan koneksi.
Perangkat keras Ethernet asli dioperasikan pada bandwidth 10 Megabits per detik
(Mbps), sebuah versi yang lebih dikenal sebagai Fast Ethernet beroperasi pada
Mbps IUU. dan versi terbaru, yang dikenal sebagai Gigabit Ethernet beroperasi
pada 1000 Mbps atau 1 Gigabit per detik (Gbps).
Cara kerja Ethernet
Sebelum mengirimkan paket data, setiap node melihat juga apakah network juga
sedang mengirim paket data.jika network sibuk (busy), maka node akan menunggu
sampai tidak ada lagi yang akan dikirim oleh network.
Jika network sepi, barulah node itu mengirimkan paketnya. Jika pada saat yang
sama terdapat 2 node yang mengirimkan data, maka terjadi collision. Jika
terjadi collision ke 2 maka node akan mengirimkan sinyal jam ke network, dan
semua node akan berhenti mengirimkan paket data dan kembali menunggu. Kemudian
secara random node – node itu kembali menunggu dan mengirimkan data paket yang
mengalami collision dan akan dikirimkan kembali pada saat ada kesempatan.
Kecepatan 10 Mb/sec semakin banyak node yang terpasang demakin kemungkinan
banyak kemungkinan tabrakan.
Ethernet terbagi menjadi 4 jenis berdasarkan kecepatannya :
1.
10 Mb/sec, yang sering disebut sebagai
Ethernet saja (standar yang digunakan 10 base 2,10 base 5, 10 base T, 10 base
F)
2.
100 Mb/sec yang sering disebut sebagai
fast Ethernet (Standar yang digunakan 100 base fx,100 base T, 100 base T4,100
base Tx)
3.
1000 Mb/sec yang disebut sebagai gigabyte
Ethernet (standar yang digunakan 1000 base x,1000 base Lx,1000 base Sx,1000
base T)
4.
10000 Mb/sec atau 10 Gbyte/sec, (standar
ini belum banyak di implementasikan).
5. TCP/IP
TCP/IP (Transmission
Control Protocol/Internet Protocol) merupakan sebuah
protokol mengelola transmisi data dengan memecah data tersebut menjadi sejumlah
paket kecil. TCP/IP dipergunakan secara luas di Internet. Protokol
ini mengatur bagaimana memecah data menjadi paket, menyediakan informasi
pengiriman data, dan menyatukan kembali paket-paket tersebut menjadi data
lengkap begitu tiba di tujuannya. TCP/IP juga mengatur koneksi antara dua PC
sehingga mereka bisa saling berkirim data bolak-balik dalam waktu tertentu.
TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet
dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam
jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang
protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga
merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut
diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi.
Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
TCP/IP dibuat pada 1973 untuk ARPANET. Sejak itu ia dikembangkan menjadi
protokol bagi LAN dan WAN. Pada 1983 TCP/IP ditetapkan sebagai standar bagi
Internet, dan semua host pada internet diwajibkan menggunakan TCP/IP.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an
sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan
jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan
sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme
transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai
alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer
untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga
bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan
sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk
membentuk jaringan yang heterogens.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin
banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini
dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet
Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF).
Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan
konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for
Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
Protokol Komunikasi TCP/IP Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang
menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP
merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas 4 lapis, di antaranya adalah :
1.Protokol lapisan aplikasi
Bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan
jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration
Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP),
File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP),
Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya.
Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP,
protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka
Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
2.Protokol lapisan antar-host
Berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat
connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam
lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram
Protocol (UDP).
3.Protokol lapisan internetwork
Bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi
paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam
lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),
Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management
Protocol (IGMP).
4.Protokol lapisan antarmuka jaringan
Bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan
yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai
dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring),
MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched
Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta
Asynchronous Transfer Mode (ATM))
6. IEEE 802.11
IEEE (Institute
of Electrical and Electronic Engineers) merupakan institusi
yang melakukan diskusi, riset dan pengembangan terhadap perangkat jaringan yang
kemudian menjadi standarisasi untuk digunakan sebagai perangkat jaringan.
Standar dari IEEE 802.11
§
802.1 > LAN/MAN Management and Media
Access Control Bridges
§
802.2 > Logical Link Control (LLC)
§
802.3 > CSMA/CD (Standar untuk Ehernet
Coaxial atau UTP)
§
802.4 > Token Bus
§
802.5 > Token Ring (bisa menggunakan
kabel STP)
§
802.6 > Distributed Queue Dual Bus
(DQDB) MAN
§
802.7 > Broadband LAN
§
802.8 > Fiber Optic LAN & MAN
(Standar FDDI)
§
802.9 > Integrated Services LAN
Interface (standar ISDN)
§
802.10 > LAN/MAN Security (untuk VPN)
§
802.11 > Wireless LAN (Wi-Fi)
§
802.12 > Demand Priority Access Method
§
802.15 > Wireless PAN (Personal Area
Network) > IrDA dan Bluetooth
§
802.16 > Broadband Wireless Access
(standar untuk WiMAX)
Dari daftar di atas terlihat bahwa
pemanfaatan teknologi tanpa kabel untuk jaringan lokal, dapat mengikuti
standarisasi IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar.
Perkembangan dari standar 802.11 diantaranya :
§
802.11 > Standar dasar WLAN à mendukung
transmisi data 1 Mbps hingga 2 Mbps
§
802.11a > Standar High Speed WLAN 5GHz
band à transfer data up to 54 Mbps
§
802.11b > Standar WLAN untuk 2.4GHz à
transmisi data 5,4 hingga 11 Mbps
§
802.11e > Perbaikan dari QoS (Quality
of Service) pada semua interface radio IEEE WLAN
§
802.11f > Mendefinisikan komunikasi
inter-access point untuk memfasilitasi vendor yang mendistribusikan WLAN
§
802.11g > Menetapkan teknik modulasi
tambahan untuk 2,4 GHz band, untuk kecepatan transfer data hingga 54 Mbps.
§
802.11h > Mendefinisikan pengaturan
spectrum 5 GHz band yang digunakan di Eropa dan Asia Pasifik
§
802.11i > Menyediakan keamanan yang
lebih baik. Penentuan alamat untuk mengantisipasi kelemahan keamanan pada
protokol autentifikasi dan enkripsi
§
802.11j > Penambahan pengalamatan pada
channel 4,9 GHz hingga 5 GHz untuk standar 802,11a di Jepang
Jadi, IEEE
802.11 merupakan standarisasi
dasar wirelles LAN yang mendukung transmisi data 1 Mbps hingga 2 Mbps. Teknologi
Wireless LAN distandarisasi oleh IEEE dengan kode 802.11, tujuannya agar semua
produk yang menggunakan standar ini dapat bekerja sama/kompatibel meskipun
berasal dari vendor yang berbeda, 802.11b merupakan salah satu varian dari
802.11 yang telah populer dan menjadi pelopor di bidang jaringan komputer
nirkabel menunjukkan bahwa 802.11b masih memiliki beberapa kekurangan di bidang
keamanan yang memungkinkan jaringan Wireless LAN disadap dan diserang, serta
kompatibilitas antar produk-produk Wi-Fi™.
Teknologi Wireless LAN masih akan terus berkembang, namun IEEE 802.11b akan
tetap diingat sebagai standar yang pertama kali digunakan komputer untuk
bertukar data tanpa menggunakan kabel. Untuk kelebihan dan kekurangan dari
standar 802.11 dapat dilihat sebagai berikut :
Kelebihan standar 802.11
§
Mobilitas
§
Sesuai dengan jaringan IP
§
Konektifitas data dengan kecepatan tinggi
§
Frekuensi yang tidak terlisensi
§
Aspek keamanan yang tinggi
§
Instalasi mudah dan cepat
§
Tidak rumit
§
Sangat murah
Kelemahan standar 802.11
§
Bandwidth yang terbatas karena dibagi-bagi
berdasarkan spektrum RF untuk teknologi-teknologi lain
§
Kanal non-overlap yang terbatas
§
Efek multipath
§
Interferensi dengan pita frekuensi 2.4 GHz
dan 5 GHz
§
QoS yang terbatas
§
Power control
§
Protokol MAC high overhead
di
05.37
Belum ada komentar untuk "Protokol Komunikasi Komputer Terapan Jaringan"
Posting Komentar
Konversi KodeEmoticonFolllow